Kekuatan MENERIMA

Ketika Masalah Hadir maka yang sebaiknya pertama kali Anda lakukan adalah melakukan “Penerimaan”. Artinya, ketika hadir masalah maka terimalah masalah itu sepenuhnya sebagai titipan yang indah untuk Anda. Walau secara kasat mata masalah itu tidaklah indah, namun secara tak kasat mata masalah itulah yang sedang memperindah jiwa Anda. Terimalah masalah Anda tanpa diiringi dengan sikap mengeluh dan menyalahkan, baik itu menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, apalagi sampai menyalahkan Tuhan.

Ketika Anda menerima masalah Anda sepenuhnya berarti Anda menjaga jiwa Anda tetap disucikanNya, tetap harmonis dan selaras dalam ketaqwaan. Sebab Anda telah yakin sepenuhnya bahwa Allah tidak akan memberikan masalah kepada orang yang salah, sehingga Anda adalah orang yang paling tepat untuk diamanahi masalah Anda tersebut. Masalah Anda adalah PAS sekali untuk Anda, maka TERIMAlah.


Setelah Anda terima masalah itu, berikutnya adalah lakukanlah Introspeksi, untuk memahami apakah masalah ini hadir sebagai HUKUMAN ataukah hadir sebagai UJIAN. Ciri-ciri bahwa masalah tersebut hadir sebagai HUKUMAN adalah bahwa Anda mendapatkan masalah itu karena berbagai dosa yang telah Anda lakukan, biasanya “enaknya” di depan dan ujungnya masalah (hukuman yang tidak enak).


Sedangkan ciri bahwa masalah itu hadir sebagai UJIAN, biasanya ia hadir ketika Anda hendak mencapai sebuah visi atau tujuan tertentu yang mulia, maka tentunya akan diawali dengan berbagai ujian yang kita sebut sebagai masalah, biasanya “enaknya” (hasil yang sukses) di belakang, karena memang di depannya sudah dipenuhi dengan berbagai permasalahan (ujian yang tidak enak).


Jika masalah itu berupa HUKUMAN maka berISTIGHFARlah, salah satunya dengan cara mendzikirkan “Astaghfirullaahal ‘azhiim, wa atuubu ilaiih, laa haula wa laa quwwara illaa billaah”. Dan jika masalah itu berupa UJIAN maka BESARkanlah ALLAH, salah satunya dengan cara mendzikirkan “Subhanallah, Alhamdulillah, walaa ilaaha illaallaahu, wallaahu Akbar”.


Inilah sebuah PENGAKUAN sejati, jujur pada diri sendiri dan mengaku lemah di hadapan Allah SWT, sehingga dzikir istighfar, tasbih, hamdalah, tahlil, dan takbir menjadi penuh makna, bukan hanya sekedar ucapan yang dilafalkan dengan super cepat dengan maksud untuk memenuhi target dalam jumlah bilangan tertentu...


So, terima saja Masalah anda, maka insya Allah Anda akan mulai dikuatkanNya....


Wallahu alam

Salam Cahaya Hati

KZ
http://cahaya-semesta.com/

Wed, 28 Jul 2010 @11:38


2 Komentar
image

Thu, 29 Jul 2010 @20:08

yohanna arifin

Subhanallah KZ,tulisan2 mu sll mencerahkan ku,seolah2 Allah sedang bicara pada ku,keberkahan sll utk mu KZ jazakillah

KZ : Alhamdulillah, barokallahufiiki ya Ukhti

image

Sat, 28 Aug 2010 @22:01

anna

alhamdulillah,,sangat mencerahkan pak,maaf pak kalau boleh saya bertanya sedikit,saya pernah mendengar pak,"hanya kuasa allah yang dapat mendatangkan kebaikan dan keburukan pada seseorang",apakah itu benar pak??

KZ : Alhamdulillah, semua kebaikan dari Allah, dan semua keburukan adalah hasil perbuatan manusia, dan terjadinya kebaikan dan keburukan adalah dalam kuasa Allah SWT...


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+1+9

Menu
Artikel
Komentar
Tulis Nama DOMAIN web Dambaanmu di bawah ini!

Cek Nama Domain ?

Copyright © 2014 Allah Yang Memiliki Hak Cipta · All Rights Reserved
powered by sitekno