Antara Pikiran Sadar, Critical Area, Pikiran Bawah Sadar, Pikiran Tidak Sadar, dan Pikiran Supra Sadar

Bismillaahirrohmaanirrohiim...

 

Tulisan ini belum tentu benar karena "Kebenaran itu hanya dari Allah". Tapi tulisan ini coba-berusaha untuk lebih dekat lagi kepada kebenaran, maka ucapan "Ihdinash Shiroothol Mustaqiim" tidak luput kuucapkan di setiap sholatku. Insya Allah, Alhamdulillah.

.....................................................................................

 

Berikutnya, karena keterbatasan saya memahami istilah-istilah NLP, jadi saya buat tulisan ini dengan istilah-istilah yang saya pahami saja. Kalau ada istilah NLP yang saya gunakan lalu kurang tepat, maka mohon dimaafkan saja ya Sahabat TCH. Ingat selalu motto TCH adalah "Memaafkan itu Indah". :)

......................................................................................

 

Mari kita mulai...

 

Di dalam Al-Quran kita disuruh berfikir oleh Allah SWT tentang penciptaan semesta ini, tentang diri ataupun di luar diri. Dan uniknya di Al-Quran, perangkat untuk berpikir itu adalah Hati, tepatnya Hati bagian Qolbu (Q.S. 7 :179) dan tidak menyebutkan bahwa "Otak" adalah tool   untuk berpikir. Bahkan kata "Otak" pun tak pernah muncul di dalam Al-Quran. Dan Al-Quran, tak mungkin luput menceritakan kehebatan Otak kalau lah memang Otak itu memiliki banyak Kehebatan. Bagi saya Otak itu adalah "Bayangan Sang Hati", apa yang bisa kita dapatkan dari sekedar bayangan? Bayangan di atas bayangan? Fana di atas Fana?

 

Jadi kalau saya menyebutkan istilah "Pikiran" maka yang berpikir bukanlah otak yang ada di kepala tapi Hati yang bersemayam di dalam Dada. Tapi kalau Pikiran itu bermakna hasil kinerja Otak, maka itulah pikiran yang bukan dari Bagian (Jiwa) Anda. Maka Pikiran Sejati itu mewakili kinerja Sang Jiwa. Tapi Pikiran yang fana, mewakili kinerja di luar jiwa. Lalu, jika Pikiran Fana ini "diamini" oleh Sang Jiwa, maka terpengaruhlah sang jiwa oleh unsur-unsur fana di luarnya. Namun demikian Otak sangatlah bermanfaat untuk kita, tapi janganlah kita berhenti pada "kekuatan Otak" hanya karena kita tidak bisa mengukur kekuatan lebih dari otak disebabkan dianggap tidak ilmiah.

 

 

---------------------------------------------------------------------------------------

 

Di dalam Al-Quran, secara umum  hati di bagi menjadi 3 (tiga).

1. Shodr (Hati Luar)

2. Qolbu (Hati Pertengahan)

3. Fuad (Hati Dalam)

 

Tapi kalau mau di "chunk" lagi, ditambah dari Q.S. 3 : 190-191 , maka ada level Hati yang lebih dalam lagi yang mana pemiliknya disebut sebagai "Ulil Albab", atau artinya "Yang Memiliki Lubb", Ciri Pemilik Lubb ini adalah :

1. SELALU ingat Allah 24 Jam (Gimana caranya?), baik dalam keadaan Berdiri, Duduk, atau Berbaring...

2. Sambil BERFIKIR tentang Penciptaan diri dan semesta.

3. Dan meyakini bahwa semua semesta digerakkan oleh ALLAH SWT

 

Nah mungkin itu sebabnya, dalam bahasa Indonesia, "Hati Yang Terdalam" sering diistilahkan sebagai "LUBBuk Hati".  Mengapa saya berani menyimpulkan bahwa Lubb ini merupakan "Level Hati" yang lebih dalam lagi, adalah karena inilah kondisi yang sangat ideal bagi sang hamba yang memiliki jiwa.

 

Karakter Hati Shodr mudah tergoda oleh syaitan (suka keindahan dunia, sempit, terburu-buru, tidak mau kalah), Hati Qolbu sering labil (plin-plan, ragu, gelisah), Hati Fuad memang kuat tapi kadang juga "kuat untuk hal yang tidak benar", sedangkan Hati Lubb adalah Ideal, ia sangat dekat dengan Yang Maha Dekat, sehingga 24 Jam Fokus kesadarannya hanya kepada Allah SWT tapi tak luput Memikirkan banyak Ciptaan Allah.

 

Ini hal yang tidak mudah. Bagaimana caranya, kita bisa Fokus kepada Benda tapi kita juga Fokus kepada yang Menciptakan Benda? Padahal Fokus itu "satu". Dan hanya "Ulil Albab" lah yang mampu melakukan hal itu.

..................................................................................

 

Jadi, sekarang, bisa disebutkan ada 4 lapisan Hati, yaitu :

1. Shodr

2. Qolbu

3. Fuad

4. Lubb

 

Berikut Pengertiannya :

 

------------

Shod r berhubungan dengan pola pikir (17:51), apalagi ia memiliki kecenderungan untuk berdebat (88:90, 40:56). Ketika hadir sebuah ujian dunia terhadap si empunya, maka Shodr bisa menjadi sempit atau menjadi lapang (6:125). Shodr yang berilmu lurus maka bisa menjadi tempat bersamayamnya ayat-ayat suci yang nyata (29:49).

 

Hanya ALLAH yang paham sepenuhnya isi karakter di dalam Shodr seseorang (42:24). Karakter Shodr seseorang bisa diintip lewat “pola pandangan mata” (40 :19) dan “getaran suara” (26: 12-14). Shodr adalah jenis hati terluar, di dalam Shodr terdapat Qolbu (22:45-46) dan FUAD .

 

------------

Qolbu terbagi dua, pertama yang sifatnya FISIK (Jantung, berdasarkan hadits), dan yang kedua bersifat nonfisik (akal, berdasarkan Al-Quran). Bila Sakit Jantungnya, maka sakit pula jasadnya. Bila Sakit Qolbu(Akal)nya, maka sakit pula Jiwanya (74:31). Qolbu sering terbolak-balik, buka-tutup-terkunci (7:100, 17:45-46) karena gelisah (23:60-61) maka ia pun bertaubat (50:33) dan menjadi bersih (37:84).

 

Qolbu bersinergi dengan Pendengaran dan Penglihatan (yang disebut sebagai Akal) yang berfungsi untuk MEMAHAMI kebenaran (7:179). Hal ini wajar karena Qolbu adalah tempat diturunkannya Al-Quran (26:193-194). Qolbu berada di dalam Dada (22:45-46). Ia adalah PINTU-PENGHUBUNG antara FUAD dan SHODR.

 

Berikut kami hadirkan hadist tentang Qolbu Fisik (Segumpal Daging).

 

“Ketahuilah, bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya. Dan jika ia jelek, maka jelek pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah Qolbu . (H.R. Bukhori dan Muslim)“

 

----------------

Fuad memiliki karakter jujur apa adanya (53:11), bisa diisi – oleh keimanan atau kekufuran (28:10, 14:43, 6:113), berinteraksi kuat dengan Al-Quran (25:32, 11:120), pondasinya ilmu (16:78), mencintai sesama (14: 37), dipengaruhi oleh Indra pendengaran dan penglihatan (46:26), jenis hati yang pertama kali diaktifkan (32:9) dan yang kelak mempertanggungjawabkan kinerjanya di hadapan Allah (17:36).

 

Hati Fuad adalah ruang kosong (14:43), dan yang pertama kali mengISI di dalamnya adalah (Efek/Kekuatan) Ruh (dari) Allah. Fuad adalah jenis HATI TERDALAM. Jika beriman Fuadnya, maka di sinilah posisi Jiwa yang Fitrah, Jiwa yang Tenang.

 

-----------------

Lubb secara bahasa artinya "Inti, Sari, atau Bagian Terpenting". Lubb adalah posisi hati/jiwa yang sangat tenang dan damai bersama Allah, tapi juga aktif memandang kehidupan fana ini. Ia mengingat Allah dan mengingat ciptaanNya dengan sungguh seimbang. Dengan mengingat Allah 24 jam hatinya menjadi damai dan dengan berpikir 24 jam hatinya menjadi cerdas. Lubb berpikirnya sudah sama sekali tidak bergantung kepada otak, ia berpikir tapi bergantung kepada Allah. Lubb tidak perlu menyengaja mencari solusi dari FQS (Fuad, Qolbu dan Shodr), tapi lubb mencari solusi (informasi) langsung dari Allah, dan Allah lah yang menggerakkan informasi yang diperlukan itu kepada Sang Lubb, dan tentu saja informasi dari FQS ini pun temasuk yang prioritas digerakkkanNya kepada sang Lubb. Nabi saw pun menyuruh kita untuk makan diawali dengan Bismillah dan ambillah yang terdekat. FQS adalah gudang informasi yang terdekat dengan Lubb.

 

Dan bedasarkan berbagai keterangan di atas, maka saya simpulkan bahwa LUBB adalah TITIK FUAD, atau DALEMANNYA FUAD, atau PUSAT FUAD, atau INTI FUAD, atau Fuad yang paling dekat dengan yang Maha Dekat. Lubb adalah Fuad yang selalu ingat kepada Allah SWT sehingga dimampukanNya untuk berpikir tentang kesemestaan.

 

Kalau saya buat dalam sebuah gambar, kira-kira jadinya begini :

 

 

Dimana :

 

 

Fuad = Sub-Conscious = Pikiran Bawah Sadar , Gudang Informasi yang berasal dari Panca Indra yang sudah melewati persetujuan dari Qolbu (Akal - Critical Area), tidak bisa dihapus kecuali ALLAH yang menghapusnya, dan informasi ini bisa baik dan bisa tidak baik.

 

Qolbu = Critical Area , Penentu Keputusan, Akal, Sang Penanggung Jawab dunia dan akhirat. Fungsi dari Qolbu/Akal/Critical Area/Sang Penanggung Jawab; yakni menengahi, mengelola, memilah, memilih, dan memutuskan mana yang mau diambil, apakah informasi dari Fuad (Bawah Sadar) ataukah informasi dari Shodr (Pikiran Sadar). Itu mengapa Qolbu harus bersih dan selalu berserah padaNya, agar keputusan yang diambil tidak keliru krn mengikuti syahwat semata...

 

Shodr =  Conscious, Pikiran Sadar , paling dekat dengan Panca Indera, karena Shodr ini yang mengakses pertama kali lewat Panca Indra, inilah orang-orang yang menyukai fakta. Fakta ada baru disebut ilmu (ilmiah).

 

Lubb = Unconscious, dia adalah Inti dari Fuad, Aslinya Fuad, Fuad yang Beriman, hanya mau menerima informasi yang benar, sehingga ia berkata "Allah yang Maha Menggerakkan Semesta, tiada segala ciptaanNya yang sia-sia". Kinerja Lubb, sangat dipengaruhi oleh "Aktifitas RUH".

 

Supra Sadar = Super Conscious = Inilah Sang Ruh, tak terdeteksi, tapi ia menggerakkan LFQS (Lubb, Fuad, Qolbu, dan Shodr). Ruh tidak bisa kita gerakkan, tapi Ruhlah yang menggerakkan kita. Dan Allah-lah yang Menggerakkan Ruh. Jadi Ruh itu saya sebut sebagai "Kehendak Ilahi".

 

Wallahu alam bish-showab

 

Salam Damai

Salam Sejuk

Salam Sinergi

 

KZ

www.cahaya-semesta.com

Tue, 1 Mar 2011 @12:41


4 Komentar
image

Wed, 2 Mar 2011 @13:16

scedid tobar

Assalaamu'alaikum wrwb....masuk akal penuturannya, menambah pencerahan dalam diri saya.

KZ : Wa'alaikumussalam. Alhamdulillaah..kebenaran sejati milik Allah

image

Thu, 3 Mar 2011 @11:41

Muhammad Nahar

Terima kasih sharing-nya kang,

Jika seseorang melanggar perintah Allah SWT seperti berbuat dosa dan maksiat, kira-kira apa yang terjadi dengan ruhnya?

Sebab dalam tulisan di atas disebutkan bahwa Ruh itu menggerakkan seseorang dan ruh itu sendiri digerakkan oleh Allah SWT

KZ : Pertanyaan yang bagus akhi, yang berbuat dosa bukan Ruh, tapi Nafs

image

Sun, 10 Jul 2011 @08:38

Hannah

Geez, that's uenbielvable. Kudos and such.

KZ : thx, alhamdulillah

image

Mon, 15 Aug 2011 @06:22

achmad reza

Human as a super computer that Allah Have Created

hati manusia = brainware sebagai pengambil kebijakan mau urusanya baik atau tidak baik yah hati itu yang menentukan.

otak = hardware sebagai tools untuk memproses perintah dari hati untuk perangkat - perangkat tubuh manusia melakukan apa yang di perintah hati dan dan menyimpan informasi dari apa yang di dapat dan di alami manusia tersebut sebagai bahan pertimbangan / kebijakan hati.

pengetahuan/pengalaman = software untuk melakukan proses tersebut, kalo isinya softwarenya baik hasilnya juga baik, tapi kalo brainware ,mengisinya dengan virus / hal yang merusak yah ga bakalan sinkronlah otak dalam bekerja untuk melakukan perintah hati,

makanya kalo pikirannya diisi software yang aneh2 n banyak virusnya maka walaupun hatinya baik yang ada output manusianya pun akan buruk, apalagi kalo hatinya juga ngga pernah mengenali nafs-nya

maka jangan salahkan otak tapi tanyakanlah hati kenapa juga otak di isi oleh virus hehehe


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+9+4

Menu
Artikel
Komentar
Tulis Nama DOMAIN web Dambaanmu di bawah ini!

Cek Nama Domain ?

Copyright © 2014 Allah Yang Memiliki Hak Cipta · All Rights Reserved
powered by sitekno